Apahkah Memori Jangka Panjang Berhubungan dengan Memori Jangka Pendek?

0 360
© ourmiraclebrain.com

Lebih dari setengah abad, para neurologis berkeyakinan bahwa ingatan jangka panjang berasal dari ingatan-ingatan jangka pendek yang tersimpan di dalam memori. Namun penelitian terbaru menyatakan bahwa ada kemungkinan bahwa ingatan-ingatan jangka pendek secara simultan tidak akan terbentuk menjadi ingatan jangka panjang.

Jika Anda pernah menyaksikan salah satu film di tahun 2000 yang bercerita tentang seseorang yang kehilangan memori jangka pendek setelah operasi, dalam sebuah film fiksi berjudul “Momento,” di mana Guy Pierce adalah pemeran utama yang memerankan karakter Henry Molaison. Pada tahun 1953, Molaison (27) harus menghadapi operasi otak untuk menyembuhkan penyakit epilepsinya.

Operasi tersebut berjalan sukses, sehingga Molaison tak lagi mengalami kekejangan, namun ia malah kehilangan kemampuan untuk mengingat kejadian sekitar setengah menit hingga satu menit yang lalu.

Namun segala kenangan sebelum operasi masih utuh dan ia juga mampu belajar segala prosedur baru dengan konsep yang luas, ia hanya tidak mampu mengingat peristiwa dalam bentuk gambar atau cerita.

Seperti yang dikutip dari ScienceAlert.com (8/4/2017), berkaitan dengan hal tersebut, para ahli saraf berpendapat bahwa kesialan yang didapat Molaison karena adanya kesalahan yang dilakukan selama operasi, di mana ada kerusakan pada otak bagian hippocampus yang seharusnya menyimpan memori jangka pendek malah berperan untuk menyimpan memori jangka panjang.

Tempat penyimpanan memori jangka panjang sendiri seharusnya terletak di bagian lapisan luar yakni neokorteks. Jadi pada orang normal memori akan disimpan di hippocampus terlebih dahulu sebagai memori jangka pendek sebelum disimpan di neokorteks dan menjadi memori jangka panjang.

Pada tahun 2012, MIT AS telah melakukan penelitian tentang bagaimana cara pelabelan neuron yang disebut engrams yang berperan dalam mekanisme menemukan memori-memori tertentu. Bahkan saat ini para peneliti telah menemukan alat yang dapat merangsang sel-sel ini menggunakan cahaya yang disalurkan melalui serat optik.

Para peneliti melakukan percobaan pada populasi tikus yang diberikan kejutan listrik ringan, keesokan harinya para peneliti menemukan adanya pembentukan yang baik pada jaringan memori hippocampus dan korteks profontral, sehingga tikus-tikus dapat mengingat memori secara alami.

Dua minggu kemudian, para peneliti melakukan penyinaran cahaya melalui serat optik  yang menghasilkan suatu hal yang berbeda dari pada percobaan sebelumnya, korteks prefotal lebih kuat sedangkan hippocampus  menjadi lebih lemah.

Bahkan para peneliti ingin membuat penelitian yang mampu menghilangkan fungsi hipokampus sehingga memori jangka pendek terhapus dan ingin melihat apakah ada pembentukan memori jangka panjang apabila memori jangka pendek tidak terbentuk.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

close