Awas! Ternyata Marathon Miliki Efek Negatif!

0 321
© safesportid.com

– Lebih dari tiga puluh ribu pelari marathon mengikuti lomba Boston Marathon sejauh 26.2 mil (42 km) pada hari Senin (18/4) lalu di  Hopkinton, Amerika Serikat. Banyak pihak yang memanfaatkan event tersebut untuk mendapatkan informasi termasuk ilmu pengetahuan medis. Salah satunya hasil analisis yang dilakukan Mark Perazella, Profesor Medis dari Yale University School of Medicine.

Perazella melakukan analisis terhadap perubahan suhu tubuh para atlet setelah mereka melakukan lari maraton, suhu tubuh normalnya adalah 37 derajat Celcius, namun suhu tubuh para pelari justru meningkat antara 39-40 derajat Celcius. Suhu tersebut setara dengan suhu tubuh orang yang mengalami demam tinggi. Padahal semakin tinggi suhu inti tubuh maka semakin sulit bagi jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh sehingga mampu mempertahankan alirann darah ke otot.

“Terjadi peningkatan aliran darah yang sangat signifikan pada kulit mereka (pelari), itu adalah bentuk kompensasi tubuh untuk mendinginkan tubuh yang kepanasan,” ungkap Dr. Gregory Lewis, Direktur Cardiopulmonary Exercise Testing Laboratory di Massachusetts Hospital, seperti yang dilansir oleh Gizmodo.com (17/4/2017).

Di akhir lomba, tubuh pelari menjadi sangat berkeringat sehingga suhu inti tubuh menurun dan sangat beresiko terjadinya hipotermia (suhu tubuh di bawah normal), oleh karena itu para pelari marathon menggunakan selimut Mylar untuk menghangatkan tubuh mereka setelah berkompetisi.

Sebelumnya, tim peneliti dari Yale yang diketuai Dr Chirag Parikh meneliti 22 pelari di Hartford Marathon tahun 2015, dimana para peneliti mengambil sampel darah dan urin mereka sebelum, setelah dan 24 jam setelah lari marathon.

Hasil dari penelitian ini telah dipublikasikan pada American Journal of Kidney Disease dengankesimpulan bahwa 82 persen pelari mengalami gagal ginjal stadium 1 setelah ikut lari marathon. Gagal ginjal stadium 1 sendiri adalah kondisi di mana ginjal berhenti menyaring racun yang dibawa oleh darah. Oleh karena itu atlet marathon harus melalui diet ketat dan pantauan ahli kesehatan khusus untuk menjaga kesehatan mereka.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

close