Mahasiswa Budha Indonesia Ajukan Petisi Patung Pahlawan Cina

0 142

Gema Rakyat – Muncul petisi dalam laman situs Change.org dengan judul “PAK JOKOWI, SELAMATKAN PATUNG DEWA KWAN SING TEE KOEN DI TUBAN DARI AKSI-AKSI INTOLERAN, TUNA BUDAYA & ANTI KEBHINEKAAN”. Petisi tersebut dibuat Abhi Nyano dengan mengatasnamakan Mahasiswa Buddhis Indonesia yang ditunjukan langsung kepada presiden Joko widodo dan beberapa menteri kabinet Kerja.

Penulis petisi tersebut menilai, pendirian patung pahlawan asal negeri China tersebut tidak memberikan dampak kerugian oleh siapa pun. Patung setinggi 30 meter di Tuban tersebut, menurut penulis petisi, merupkanan bentuk ekspresi keagamaan dan didirikan di dalam lokasi kelenteng.

“Lantas siapa yang sesungguhnya dirugikan dengan berdirinya patung tersebut,” ujar Abhinyano dalam petisi tersebut.

Selain itu, isi petisi tersebut juga menilai oknum-oknum atau kelompok tertentu yang tidak suka terhadap patung tersebut merupakan kelompok Intoleran yang mengancam eksistensi Pancasila dan Bhinekka Tunggal Ika.

Tidak hanya itu, Abhinyano yang membuat petisi tersebut juga mengatakan orang-orang yang tidak suka terhadap patung tersebut sudah gila dan kehilangan akal sehat. Menurut dia, tidak mungkin patung yang merupakan benda mati dan tidak bisa bergerak mewakili kekuasaan dan penindasaan bangsa asing khususnya Tionghoa di Indonesia.

“Apakah Bangsa Indonesia dan Pancasila sebegitu lemahnya sehingga dapat dijajah oleh sebuah patung,” jelas dia dalam petisi tersebut.

Berikut adalah kutipan lengkap petisi tersebut:

SURAT TERBUKA UNTUK PRESIDEN ! ! !

PAK JOKOWI, SELAMATKAN PATUNG DEWA KWAN SING TEE KOEN DI TUBAN DARI AKSI – AKSI INTOLERANSI, TUNA BUDAYA & ANTI KEBHINNEKAAN

Kepada Yth,

Bpk. Ir. Joko Widodo (Presiden Republik Indonesia)

Bpk. Lukman Hakim Saifuddin (Menteri Agama RI)

Bpk. Wiranto (Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, & Keamanan RI)

Bpk. Tjahjo Kumolo (Menteri Dalam Negeri RI)

Bpk. Muhadjir Effendy (Menteri Pendidikan & Kebudayaan RI)

Bpk. Arief Yahya (Menteri Pariwisata RI)

Salam hormat kami atas nama Mahasiswa Buddhis Indonesia, semoga bapak Presiden senantiasa dalam keadaan sehat dan tetap memiliki semangat untuk memperbaiki bangsa ini menjadi lebih baik lagi.

Kami juga mendoakan kepada bapak Presiden dan keluarga semoga diberi ketabahan dalam menghadapi berbagai tantangan besar dalam menjaga bangsa Indonesia untuk bebas dari berbagai gangguan yang dapat mengancam Pancasila sebagai ideologi negara, terciptanya toleransi antar umat beragama dan iklim pluralisme yang teduh di Indonesia.

Belakangan ini muncul polemik & desakan dari beberapa oknum ormas yang mengatasnamakan BOEMIPUTERA MENGGUGAT yang tindak tanduknya mengatasnamakan pancasila, namun tindakannya sangat bertolak belakang dengan pancasila. Mereka menuntut agar patung Dewa Kwan Sing Tee Koen di Tuban di robohkan.

(dapat dilihat di : https://www.change.org/p/dpdr-jawa-timur-bongkar-dan-robohkan-patung-dewa-perang-china-di-tuban dan berbagai sumber terpercaya lainnya)

Alasan yang mendasari gerakan untuk merobohkan patung dewa tersebut sangat mendiskreditkan aliran Tri Dharma yang merupakan bagian dari Agama Buddha. Mereka menganggap bahwa Patung Dewa Kwan Sing Tee Koen bukanlah bagian dari ritual pemujaan suatu agama yang diakui di Indonesia dan tidak mencerminkan kebudayaan bangsa Indonesia yang sesuai dengan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Kami ingin bertanya, apakah dengan berdirinya patung Dewa Kwan Sing Tee Koen dapat mengancam Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika?

Mendirikan Patung adalah bentuk ekspresi keagamaan. Patung tersebut merupakan salah satu representatif dewa dari aliran Tri Dharma yang merupakan bagian dari Agama Buddha dan Agama Buddha pun statusnya saat ini diakui dan dilindungi di Indonesia. Lokasi berdirinya patung tersebut juga berada pada area Klenteng / Vihara, bukan di tempat umum sehingga keberadaannya tidak mengganggu ketertiban umum, bahkan patung dewa tersebut dapat menjadi daya tarik wisata lokal kota Tuban bagi para wisatawan. Lantas, siapakah yang sesungguhnya dirugikan dengan berdirinya patung tersebut?

Kami rasa pihak pihak yang ingin merobohkan patung dewa tersebutlah yang justru sangat mengancam eksistensi Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, karena tuntutan untuk merobohkan patung Dewa Kwan Sing Tee Koen sangat merugikan umat Buddha di Indonesia, khususnya umat yang beraliran Tri Dharma.

Oknum oknum anti patung tersebut juga menganggap bahwa karakter dan ukuran patung Dewa Kwan Sing Tee Koen mengindikasikan keangkuhan, kekuasaan, penindasan, dan penjajahan terhadap bangsa Indonesia oleh bangsa asing (Tionghoa) di Boemi Pertiwi Persada Indonesia.

Kami rasa orang orang tersebut sudah gila dan hilang akal sehatnya. Bagaimana mungkin patung yang merupakan benda mati dan tidak bisa bergerak mampu berkuasa, menindas bahkan menjajah Bangsa Indonesia?

Apakah Bangsa Indonesia dan Pancasila sebegitu lemahnya sehingga dapat dijajah oleh sebuah patung?

Justru ancaman untuk merobohkan patung Dewa Kwan Sing Tee Koen tersebut yang sesungguhnya merupakan bentuk penjajahan dan penindasan terhadap ekspresi keagamaan sebuah agama di Indonesia, serta melanggar dasar hukum yang menjamin kebebasan beragama di Indonesia, yaitu Pasal 28E ayat (1) Undang-Undang Dasar Tahun 1945.

Bagi kami saat ini patung Dewa Kwan Sing Tee Koen bukan hanya simbol dewa dari aliran Tri Dharma dan Agama Buddha saja, namun dalam konteks saat ini patung dewa Dewa Kwan Sing Tee Koen secara tidak langsung telah menjadi simbol dari toleransi antar umat beragama di Indonesia.

Pak Presiden dan para Menteri, Kokohnya Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika di bumi pertiwi saat ini sedang dipertaruhkan.

Untuk konteks saat ini, mungkin hanya patung Dewa Kwan Sing Tee Koen saja yang menjadi target untuk dirubuhkan. Jika Patung Dewa Kwan Sing Tee Koen berhasil dirubuhkan, bukan tidak mungkin akan muncul aksi aksi intoleran serupa yang dapat mengancam simbol simbol agama lainnya seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan, Patung Dewa di Bali dan unsur unsur budaya dan simbol agama lainnya di Indonesia.

Pak Presiden dan para Menteri, kami sebagai Mahasiswa Buddhis tentunya ingin menjaga NKRI ini tetap utuh dibawah semangat PANCASILA. Isu isu sentimen terhadap ekspresi keagamaan dan kebudayaan suatu golongan harus ditiadakan, karena sikap intoleran dapat memecah belah persatuan Bangsa Indonesia. Persepsi liar dan sentimen SARA (Suku, Agama, Ras dan Golongan) dari segelintir oknum yang tidak memahami toleransi saja yang menyebabkan seolah – olah bahwa suatu karya budaya merupakan masalah.

Oleh karena itu, kami mendesak kepada Bpk. Ir. H. Joko Widodo selaku Presiden Republik Indonesia dan Menteri Menteri terkait untuk melindungi patung Dewa Kwan Sing Tee Koen dari ancaman oknum oknum gagal paham tersebut yang menginginkan agar patung Dewa Kwan Sing Tee Koen segera dirubuhkan. Jika pemerintah tidak bertindak responsif terhadap surat terbuka ini, maka kami menilai Bpk. Joko Widodo selaku Presiden Republik Indonesia tidak memiliki upaya untuk melindungi toleransi dan kebebasan beragama di Indonesia.

Ttd,

Abhinyano – Ketua PC HIKMAHBUDHI Jakarta Timur

Wiryawan Ketua PC HIKMAHBUDHI Jakarta Utara

Billy Gunawan Ketua PC HIKMAHBUDHI Jakarta Barat

Appamadena Sampadetha !

Berjuanglah Dengan Sungguh Sungguh !

#TIMTARA #TIMBARA [Gema Rakyat / rci]

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

close